1. Sirkulasi Darah
Pada
sistem peredaran darah, organ tubuh yang paling berperan adalah jantung.
Jantung memompa darah melalui pembuluh arterike seluruh bagian tubuh. Darah
tersebut membawa oksigen dan sari-sari makanan tersebut kemudian mengeluarkan
karbon dioksida. Karbon dioksida lalu diangkut oleh darah melalui pembuluh vena
kembali ke jantung.Dari jantung, darah yang mengandung karbon dioksida
dialirkan ke paru paru. Di paru paru (tepatnya di Alveolus) terjaddi pertukaran
karbon dioksidadengan oksigen. Darah yang telah mengandung oksigen ini
dialirkan kembali ke jantung.
2. Sirkulasi Pencernaan
(gambar sistem pencernaan)
Sistem pencernaan manusia terdiri atas mulut, esofagus, lambung, usus halus,
usus besar, dan anus. Makanan dibawa ke lambung melalui mulut dan esofagus.
Makanan lalu diubah menjadi sari-sari makanan oleh lambung dan usus halus. Di
dalam usus halus, sari-sari makanan tersebut diserap. Sari-sari makanan yang
tidak dapat diserap akan disalurkan ke usus besar. Dalam usus besar terjadi
penyerapan air dan pembusukan sisa sari-sari makanan oleh bakteri. Sisa
sari-sari makanan yang sudah membusuk tersebut lalu dibuang melalui anus.
3. Sistem Endoktrin
(gambar sistem endokrin) Sistem
endoktrin menghasilkan hormon dari bagian tubuh yang disebut kelenjar. Ada dua
macam kelenjar, yaitu kelenjar eksokrin dan kelenjar endokrin. Kelenjar
eksokrin adalah kelenjar yang menghasilkan cairan seperti keringat dan ludah
(saliva). Kelenjar endokrin adalah kelenjar yang menghasilkan hormon. Hormon
tersebut akan disalurkan oleh pembuluh darah. Hormon memiliki fungsi yang
berbeda beda, contohnya adalah kelenjar pankreas dan ovarium. Kelenjar pankreas
menghasilkan hormon insulin yang berfungsi mengubah gula darah (glukosa)
menjadi gula otot (glikogen). Ovarium menghasilkan hormon esterogen dan
progesteron yang berfungsi mengatur siklus menstruasi pada perempuan.
4. Sistem Saraf
Sistem saraf membuat kita bisa berpikir, merasakan, bergerak, melihat, membau,
dan mendengar. Sistem saraf terdiri dari otak, sumsum tulang belakang dan sel
saraf. Sel saraf akan mengirim sinyal ke otak dan sumsum tulang belakang. Otak
atau sumsum tulang belakang akan bereaksi akan bereaksi dengan memberikan
sinyal balik yang memerintahkan otot kita untuk melakukan sesuatu. Otak terdiri
atas tiga bagian utama. Cerebrum atau otak besar mengatur pikiran, ucapan dan
penglihatan. Cerebellum atau otak kecil bertanggung jawab terhadap koordinasi
gerak tubuh. Batang otak mengontrol sistem pernapasan, sistem sirkulasi, dan
sistem pencernaan.
5. Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan terdiri atas hidung, trakea,
bronkus, dan paru-paru. Dalam paru-paru terdapat bronkiolus dan alveolus.
Bronkus merupakan percabangan dari trakea. Bronkus kemudian bercabang cabang
lagi. Dan setiap cabangnya disebut bronkiolus, kemudian berakhir di alveolus.
Udara masuk melalui hidung atau mulut kemudian udara tersebut akan dibawa ke
paru-paru. Di dalam paru-paru tepatnya di pembuluh darah yang menyelimuti
alveolus, terjadi pertukaran udara. Oksigen yang terkandung dalam udara yang
masuk ke paru-paru akan diserap dan karbondioksida akan dikeluarkan. Oksigen
kemudian dibawa oleh darah melalui pembuluh darah ke sel-sel tubuh.
6. Sistem Rangka
Sistem rangka terdiri atas tulang tulang. Sistem ini berfungsi untuk menegakan
tubuh, melindungi bagian tubuh yang lunak, dan tempat dibentuknya sel-sel
darah.
7. Sistem Reproduksi
Sistem
reproduksi memungkinkan manusia untuk menghasilkan keturunan. Sistem reproduksi
laki laki dan perempuan berbeda. Alat reproduksi laki laki akan menghasilkan
sel sperma dan alat reproduksi perempuan akan menghasilkan sel telur. Sel telur
dihasilkan oleh ovarium satu bulan sekali. Sel telur itu bergerak ke tuba
falofi (oviduk). Di dalam tuba falofi, sel telur dapat bertemu dengan sel
sperma dan terjadilah fertifilasi atau pembuahan. Jika sel telur tidak bertemu
dengan sel sperma maka sel telur tersebut akan dikeluarkan melalui vagina.
Peristiwa tersebut kita kenal sebagai menstruasi.
8. Sistem Eksresi
Organ Ekskresi yang paling utama adalah ginjal. Sel menghasilkan zat sisa yang
masuk ke dalam pembuluh darah. Beberapa zat sisa tersebut beracun, sehingga
harus dikeluarkan oleh tubuh. Ginjal menyaring dan membersihkan darah dengan
cara mengeluarkan zat sisa ini. Zat sisa diubah menjadi urine dan disimpan di
kantung kemih sehingga jika kita meminum banyak cairan, kita juga akan
menghasilkan urine lebih banyak.




0 comments:
Post a Comment